RSS

Tips Mengatasi Kenakalan Remaja

11 Okt

Kenakalan remaja di era modern ini sudah melebihi batas yang sewajarnya. Banyak anak di bawah umur yang sudah mengenal Rokok, Narkoba, Freesex, dan terlibat banyak tindakan kriminal lainnya. Fakta ini sudah tidak dapat dipungkuri lagi, anda dapat melihat brutalnya remaja jaman sekarang. Dan kami pun pernah menyaksikan dengan mata kepala kami sendiri ketika sebuah anak kelas satu SMA di kompleks ditangkap/ diciduk POLISI akibat menjadi seorang bandar gele, atau yang lebih kita kenal dengan ganja.

Hal ini semua bisa terjadi karena adanya faktor-faktor kenakalan remaja berikut:

  • dasar-dasar agama yang kurang
  • kurangnya kasih sayang orang tua.
  • kurangnya pengawasan dari orang tua.
  • pergaulan dengan teman yang tidak sebaya.
  • peran dari perkembangan iptek yang berdampak negatif.
  • kebebasan yang berlebihan
  • masalah yang dipendam

Dan beberapa tips untuk mengatasi dan mencegah kenakalan remaja, yaitu:

- Perlunya pembelanjaran agama yang dilakukan sejak dini, seperti pendidikan ibadah, pembinaan akhlak dan rutinitas ibadah.

- Perlunya kasih sayang dan perhatian dari orang tua dalam hal apapun.

- Adanya pengawasan dari orang tua yang tidak mengekang. Contohnya: kita boleh saja membiarkan dia melakukan apa saja yang masih sewajarnya, dan apabila menurut pengawasan kita dia telah melewati batas yang sewajarnya, kita sebagai orangtua perlu memberitahu dia dampak dan akibat yang harus ditanggungnya bila dia terus melakukan hal yang sudah melewati batas tersebut. Namun dalam masalah ibadah, tentu saja perlu ada pemaksaan.

- Biarkanlah dia bergaul dengan teman yang sebaya, yang hanya beda umur 2 atau 3 tahun baik lebih tua darinya. Karena apabila kita membiarkan dia bergaul dengan teman main yang sangat tidak sebaya dengannya, yang gaya hidupnya sudah pasti berbeda, maka dia pun bisa terbawa gaya hidup yang mungkin seharusnya belum perlu dia jalani.

- Pengawasan yang perlu dan intensif terhadap media komunikasi seperti tv, internet, radio, handphone, jejaring sosial dll.

- Anda sebagai orang tua harus menjadi tempat curhat yang nyaman untuk anak anda, sehingga anda dapat membimbing dia ketika ia sedang menghadapi masalah.

[Dikembangkan dari Rubrik Remaja]

 

Artikel www.remajaislam.com

 
1 Komentar

Ditulis oleh pada Oktober 11, 2012 in Fiqh Remaja, Tema Bebas

 

Tag: , , , , , , ,

One response to “Tips Mengatasi Kenakalan Remaja

  1. abdirobbi

    November 8, 2012 at 12:20 pm

    Assalamu’alaikum Warohmatullohi Wabarokaatuh, Segala puja dan puiji-pujian bagi Alloh Tuhan Semesta ‘Alam, dan tak lupa Sholawat dan Salam kita hantarkan keharibaan Nabi Besar Muhammad Shollallohu ‘Alaihi Wasallam beserta keluarga dan para shohabat serta kepada seluruh pengikutnya yang selalu berpegang teguh dengan ajaran syariat beliau.

    Mengomentari rubrik remaja, mengenai tips mengatasi kenakalan remaja tersebut memang point2nya ada betulnya, tetapi ada kurangnya, yaitu menurut hemat saya yang paling pokok adalah terletak pada faktor orang tua, mengapa? sebagaimana yang dituturkan didalam hadist Rosululloh bahwa “setiap anak manusia lahir dalam keadaan fitroh, bagaimana orangtuanya (fa abawahu) apakah dia mau menjadikannya yahudiyyan atau nasroniyyan”, jadi jelas sekali disini bahwa orang tuanyalah yang utama dalam berperan, makna yahudiyyan, nasroniyyan yaitu meliputi perbuatannya maupun sifatnya, bisa saja dan mungkin banyak kita temui orang2 islam namun membiaskan sifat2 yahudi dan nasrani dalam perbuatannya baik disadari maupun tidak, ini semua dikarenakan tidak adanya ilmu Tauhid didadanya.

    Jadi dari sekian banyak penyebabnya adalah yang paling utama tidak adanya kesadaran orang tua untuk mendidik anak2nya kejalan agamanya semisal menyekolahkannya lagi ke sekolah2 madrasah disamping disekolah umum yang sedang dijalaninya, (kalau dulu zaman orang2 tua kita terutama dikampung2 selain menyekolahkan anak2nya disekolah2 umum tetapi juga dimasukan ke madrasah2 agar anak2nya pandai dan memahami juga pelajaran agamanya, sehingga dengan demikian ikut pula mencegah anak2 remaja banyak waktu untuk kongkow2 dengan teman2nya untuk melakukan hal2 yang tak bermanfaat.
    Pernah hal ini saya tanyakan kepada guru saya, jawab beliau “lihat dulu apa yang telah diberi makan oleh orang2 tua anak2 itu!!” (artinya uang dari mana didapat untuk memberi makan anaknya, karena bila yang dimasukan buruk sudah pasti yang keluar akan buruk pula).coba sedikit saja kita renungkan bila orang tua memperoleh uang dari hasil mencuri, korupsi, kolusi dsb kemudian dari uang itu mereka memberi makan kepada keluarganya lihat hasilnya?
    Dalam hal agama seringkali orang tua menyepelekannya, ah.. sudah ada gurulah, ah.. agama semua sama, ah.. kuno dst.. inilah gambaran orang tua masa kini yang ada diotaknya cari harta yang banyak, cari uang yang banyak untuk diri dan keluarganya dan merasa semua bisa diatasi yang penting anak2nya serba berkecukupan, namun mereka tidak sadar didalam raga ada batin, yaitu akal dan hati yang selalu bergejolak mencari kebenaran yang haqiqi kalau bukan kejalan agama mau kemana lagi, bila anak2nya telah menjadi korban barulah mereka sadar dan merasakan kesedihan2 yang tak terduga2, padahal anak2nya baik dirumah belum tentu baik pula diluar rumah.

    Pemerintahpun ikut andil dalam terjadinya kenakalan remaja kita, coba lihat kurikulum disekolah2 umum berapa jam waktu yang dijatahkan untuk pelajaran agama dalam seminggu. Bagaimana tindak tanduk pejabat2 pemerintah, DPR, dan institusi agama, masing2 hanya sibuk mencari pupoleritas, kekayaan pribadi, ego, hanya memikirkan diri pribadi golongan dan partainya saja, saling gontok2an, mencari pembenaran bukan kebenaran, jadi wajarlah kehidupan rakyat dan remaja khususnya tak mendapat perhatian. Dan seolah-olah memang dikondisikan seperti itu agar dapat dimanfaatkan pada saat pemilu nantinya (maaf bukan su’uzon).
    Belum lagi ada beberapa stasiun2 TV kita yang masih saja menayangkan kekerasan2, dan film serta musik dengan artis berpenampilan pulgar, mereka tak bisa disalahkan juga toh memang demi masuknya uang melalui iklan, tetapi efeknya buat anak2 dan remaja kita yang hanya mengambil mentah2 pada gaja, hidup dan cara berpakaiannya saja tidak mengambil sisi positifnya, belum lagi pada dunia maya internet yang begitu mudah untuk diakses setiap orang.

    Coba kita lihat pula pada tayangan2 diTV pada saat acara konser musik atau ada pagelaran artis baik lokal maupun asing, kita lihat para remaja kita berteriak histeris bahkan ada yang pingsan ketika sang idola naik ke panggung, yang gilanya lagi remaja2 itu sebagian memakai jilbab naudzubillahi min zalik, malu rasanya melihat hal itu, dan timbul pertanyaan mengapa bisa begini?
    boleh2 saja kita menikmati suatu musik dan mengidolakan seorang artis tetapi janganlah sampai sebegitunya. yah sekedar senang musik,dan idola tidak mengapa, tak apa2 untuk menghibur diri.

    Jadi semua itu kesimpulannya adalah bahwa yang utama disini adalah peran orang tua, orang tua yang harus juga belajar agama terutama ilmu Tauhid dan Fiqih, agar bisa mengajari anak2nya dan bisa menjawab bila anak2nya bertanya mengenai agamanya, memberi anak2nya pada kegiatan2 yang positif, memberi mereka pengertian betapa pentingnya ilmu agama disamping ilmu2 umum, contohkan diri kepada anak2nya untuk beribadah dan berbuat baik, Dan beri makan anak2nya dengan barang2 dari hasil yang halal mudah2an hasilnya akan baik, serta tanamkan dalam dadanya ilmu2 agama yang baik yaitu Tauhid, tanamkan bahwa kita tidak hidup selamanya suatu saat pasti akan menghadapi yang namanya kematian. Inilah rem yang dapat kita diandalkan.

    Demikian Wallohu A’lam Bisawab.

     

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: